Meminta Jabatan dalam Pandangan Islam

promosiPertanyaan : Assalamu’alaikum wr. wb.Saya pernah mendengar bahwa Rasulullah melarang kita untuk meminta jabatan. Apakah hal ini hanya berlaku dalam jabatan publik? Bagaimana dengan jabatan di perusahaan seperti seorang staf yang memiliki cita-cita ingin menjadi manajer bahkan direktur?

Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakallah (Aldin Muhammad – Cimanggis)

Jawaban oleh : Prof.Dr.KH.Didin Hafidhuddin M.Sc

Terima kasih saudara/i Aldin Muhammad atas pertanyaan yang telah disampaikan,

Hikmah dibalik adanya larangan meminta dan ambisius mengejar jabatan, antara lain mencegah timbulnya persaingan tidak sehat dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Jabatan adalah amanah dan kepercayaan orang banyak.
Pada dasarnya yang menilai kualitas diri dan pekerjaan seseorang bukanlah diri sendiri, tapi orang lain.
Seorang muslim diperintahkan dalam agama agar bekerja dan berbuat yang terbaik. Bercita-cita untuk meraih puncak karir di perusahaan atau instansi tempat bekerja pada dasarnya adalah baik. Misalkan di suatu perusahaan, kandidat yang akan dipromosi jabatan harus memaparkan konsep dan rencana kerjanya, maka itu di luar konteks meminta jabatan yang dilarang dalam agama.
Rasulullah dalam sebuah hadis, mendorong seorang muslim agar melakukan sesuatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
Demikian jawaban kami. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : pusat.baznas

Pemerintah Kota Sabang

Pemerintah Kota Sabang

REKENING

Rekening BMS-ok

LINK TERKAIT

banner-mitra-baznas

banner-mitra-pa

banner-mitra-bm-aceh

Pemko Sabang

Peta Lokasi
Pengunjung
Kontak Form
Tentang Kami

Baitul Mal Sabang

Alamat :
Baitul Mal Sabang
Jl. Diponegoro Kuta Ateuh Sabang
Email : baitulmalsabang@gmail.com